Wednesday, April 26, 2017

Kenikmatan Dikeroyok Pria Perkasa



Cerita Dewasa - Silvi pulang kerja jalan kaki, jalanan cukup sepi, sementara suara guruh sesekali terdengar. Awan
terlihat mendung dilangit malam itu.
Cewek yang tingginya sekitar 171 cm, langsing, kakinya juga jenjang banget (Silvi waktu itu pake rok yg rada mini) mempercepat jalannya. Agen BandarQ

Pukul 20:00 jalanan diluar rumah Silvi, sepi jarang ada mobil yang lewat. Penduduk kota sudah tahu akan
ada badai besar malam itu.

Kelima berandal yang bertubuh kekar itu mengendap - endap memasuki pekarangan rumah. Mereka mau membalas
cewek bertampang melankolis itu yang memergoki mereka mencuri minuman keras tadi,dengan melaporkan
satpam. Mereka berencana berpesta memperkosa cewek itu habis - habisan sebagai balasannya.

“Sssstttt . . . .hati - hati jangan berisik . . . .ayo sini . . . ” Bisik Paul sambil memberi aba - aba untuk segera
maju bersembunyi dikebun rumah Silvi yang penuh semak - semak.

Sementara itu Silvi tidak mengetahui kalau dirinya diikuti oleh para berandal sejak sepulang kerja
tidak menaruh curiga. Cewek itu menyalakan kran air mandi, lalu menuju kekamarnya. Silvi menyalakan
lagu disco, sambil melepaskan baju kerjanya.

Di kebun para berandal sudah mulai mengendap -  endap sambil menyusun rencana untuk masuk ke dalam
rumah. Edi dan Rudy mendapat tugas mengawasi jalanan, sedangkan Paul membuka pintu depan, Joe dan
Bobby mencari jalan masuk lewat belakang.

Pada saat itu secara tidak sengaja Joe melewati jendela kamar Silvi yang lagi membuka baju kerjanya.
Roknya berada diatas ranjang, sementara Silvi yang tubuhnya cuma terbungkus kemeja kerja dan celana
dalam sambil berdisco membuka kancing kemejanya.

Joe segera memanggil Bobby untuk melihat pemandangan itu. Mereka menelan ludah melihat Silvi yang
meliuk - liuk merangsang menari disco. Ukuran dadanya yang sekitar 36B keliatan jelas banget belahannya
ketika cewek itu sudah melepas kemejanya.

“Wow, Joe…LOOK AT HER TITS . . . aku ingin segera mencicipi tubuhnya . . . ” Bisik Bobby tanpa melepaskan
padangan matanya menatap tubuh Silvi yang hanya mengenakan baju dalam.
“He…he . . . he…sabar, Bill…nanti kita cicipi sama - sama, sampai pagi!” sahut Joe yang makin bernapsu
melihat hal itu.

Beberapa saat kemudian Silvi beranjak menuju kekamar mandi. Sementara itu Paul yang berhasil membuka
pintu depan segera memberi aba - aba pada teman - temannya untuk masuk. Para berandal itu sudah
memperhitungkan segalanya, mereka mengunci pintu dari dalam sehingga nanti mereka bebas bertindak.

Kabel telpon sudah mereka putus, cewek itu tinggal sendirian dan lagi badai yang akan datang sangat
menguntungkan rencana mereka. Dengan leluasa mereka masuk ke kamar cewek itu. Rudy membuka kulkas,
yang lain masuk ke kamar Silvi. Edi memeriksa lemari pakaian Silvi.

“Hai . . . lihat apa yang kutemukan!” sambil menunjukkan barang temuannya. Joe segera menyahut celana dalam
itu.

“Hmmmmm . . . mmmm…” Joe mencium celana dalam

“Ingat aku yang pertama bercinta dengannya!” sahutnya sambil tersenyum penuh arti. Para berandal itu
tak sabar membayangkan apa yang akan mereka nikmati. Lalu mereka mengambil posisi untuk bersembunyi.

Silvi selesai mandi menuju keruang tengah. Tubuhnya hanya terbalut oleh baju dalam dan kemeja putih,
duduk menikmati acara TV kabel.
Waktu itu pukul 20:30, cewek itu tidak menaruh curiga bahwa ada orang lain dalam rumahnya. Tiba - tiba
dari arah belakang salah seorang berandal maju mendekap tubuhnya. Silvi terkejut dan segera berontak
melepaskan diri.

“EVER BEEN GANG RAPED BABY? DON’T KNOW WHAT YOU BEEN MESSIN! YOU STILL REMEMBER US DON’T YOU……” ejek
Edi.

Silvi segera mengenali wajah itu menjadi ketakutan sekali, ia tak menyangka kalau para berandal itu
benar - benar melaksanakan ancamannya.

Joe maju menerkamnya tiba - tiba, cewek itu menjerit ketakutan ketika berhasil dipeluk. Ia meronta - ronta
dan menendang Joe. Tanpa disadarinya tendangannya mengenai selangkangan Joe membuatnya meringis
kesakitan dan melepaskan dekapannya.

Silvi segera melepaskan diri dan lari menuju pintu depan. Para berandal segera mengejarnya sambil
menyorakinya. Dengan sekuat tenaga pintu depan itu berusaha dibuka, tetapi usahanya sia - sia.

“Wooooo……woooooo……ha…ha…ha . . . ayo sayang, mau lari kemana kamu hah . . . ayo sini…ha…ha . . . ha…” Ejek para
berandal yang mengejarnya dari belakang. Silvi segera dikepung oleh para berandal. Mereka menyoraki
ketidak berdayaannya.

Silvi didesak terus sampai merapat kedinding, Joe yang tadi meringis kesakitan mulai maju. Pada saat
cewek itu hampir putus asa, ia berhasil berkelit dari kepungan berandal itu, lolos dan lari menuju ke
dapur, Silvi bermaksud lari lewat pintu belakang.

Para berandal segera mengejarnya lagi. Nasib sial bagi Silvi, begitu tangannya berhasil menyentuh
gagang pintu, para berandal berhasil menangkapnya kembali. Rambut pirang Silvi yang panjangnya sebahu
terjambak, sehingga ia tidak bisa berbuat apa - apa.

“Aaaahhhh . . . aammpun…aaah” hiba Silvi, sementara para berandal tersenyum sinis memandangnya.

“Sayang . . .  Kami akan memberimu pengalaman yang tak akan kau lupakan! kau tadi telah merusak acara pesta
kami, sekarang kau harus membayarnya dengan tubuhmu yang indah itu……ha…ha..ha…, oya kau juga akan
menyesal telah menendang punyaku, akan kujoblos kau sampai mampus! ” Joe maju dari kerumunan temannya.

Silvi tak berdaya, rambutnya dijambak sementara tangannya dilipat kebelakang. Dari dapur ia diseret
menuju ruang tamu saat itu pukul 20:45. Disana ia dikelilingi oleh kelima berandal sambil didorong -
dorong.

“Sayang, kita akan berpesta denganmu!” seru Edi tak sabar sambil mendorong ke arah Bobby.

“Ha . . . .ha…ha . . .  kau tak akan bisa lolos kali ini . . . ” Ejek Bobby sambil mendekap tubuh Silvi. Mereka
berteriak - teriak membuat Silvi makin ketakutan.

“Kemarikan dia Bill . . . HEY BABE, I BET MY COCK WOULD FEEL REAL GOOD WARPED UP IN YOUR PUSSY!” seru Rudy
tak sabar, sambil mempraktekkan gaya bercinta penuh napsu

Silvi didorong ke arah Rudy yang segera merangkul nya dari depan. Mulutnya segera mencari dada cewek
itu, sementara pinggulnya bergerak maju mundur seakan sedang bercinta dengannya.

“Wooooo . . .  Wooooou . . . .FUCK YOU GIRL, FUCK YOU . . . .” Rudy menggerayangi cewek itu.

“Aaaahhhh… . . . aaam…punnn . . . aahhh . . . .jaa…aa ahhhh!!!” jerit Silvi ketakutan.

Tiba - tiba dengan satu sabetan, tangan salah satu berandal merobek kemeja putih Silvi, membuat cewek itu
terpelanting. Paul segera mendekap dari belakang. Sekarang tubuh Silvi hanya mengenakan BH dan celana
dalam saja, membuat mereka makin menjadi - jadi.

“Ah…aahh…aahh!” jerit Silvi ketika tangan Paul yang mendekap tubuhnya dari belakang mulai
menggerayangi pahanya yang putih mulus.

“Kita akan memberimu pengalaman yang tak terlupakan, manis…ha…ha…ha…” bisik Paul.

Para berandal lainnya ikutan beraksi. Tangan Edi meremas remas buah dada Silvi. Rudy memburu kemaluan
Silvi, sementara Bobby dan Joe buka baju dan celana panjang mereka sambil tertawa sinis. Tubuh para
berandal itu terlihat begitu kekar dan berotot.

“HEY, SOMEBODY GET BEHIND THE BITCH AND HOLD HER ARMS, I’M FUCKING HER FIRST!” Joe memberi aba - aba
yang langsung disetujui teman - temannya. Cewek itu meronta - ronta di bopong kelima berandal itu keruang
tengah.

“Rudy, Paul, kau pegangi tangan dan kakinya, terlentangkan dia di meja ini” perintah Joe.
Lonceng berdentang menunjukkan pukul 21:00. Disana Silvi diterlentangkan di atas sebuah meja bundar.
Masing - masing tangan dan kakinya dipegangi erat - erat oleh para berandal.

Sinar lampu diatas meja membuat cewek itu silau, Silvi hanya bisa melihat tubuh - tubuh kekar
mengerubunginya dan tangan - tangan berotot meraba - raba dadanya, wajah sinis dan suara tawa para
berandal mengejek ketidak berdayaannya.

Lidah Joe menelusuri lehernya yang jenjang. Silvi berontak berusaha melepaskan diri, tetapi apa daya
tenaga seorang cewek dibanding dengan lima laki - laki yang kesetanan.

Rudy dan Edi memegangi kakinya, sementara tangan kanan dan kiri Silvi dipegangi erat - erat oleh Paul
dan Bobby. Joe mencumbunya dengan kasar dan penuh napsu, tangannya dengan liar meremas - remas buah
dada Silvi.

“I CAN SEE THE NIPPLES POKING AT HER BRA!” kata Joe yang langsung disambut oleh tawa para berandal.

“HEY, CUT THAT BRA OFF MAN. WHAT’S WRONG WITH YOU?” sahut Paul sudah tidak sabar lagi.

“Aaaah . . . .aaah . . . ooh…jangan . . . .aahkh!” jerit Silvi ketika dengan satu hentakan kasar tangan Joe merobek BH
yang dikenakannya.

Para berandal makin seru menyorakinya. Mulut Joe segera melumat buah dada Silvi yang sintal, sementara
tangan kirinya masih meremas - remas buah dada sebelah kanan Silvi.

“Aaaaah . . . aaoooh . . . .ooooh…aahh …aaaahh…aaahhhhh . . . ” desah Silvi mengeliat - liat. Putingnya dijilati penuh
napsu oleh lidah Joe.

“Ha . . . ha . . . ha . . .  kau sungguh mengiurkan sayang!” tawa Bobby menelan ludah tak sabar ingin segera
menikmati gilirannya. Joe sekarang membuka celana dalamnya sendiri, Rudal nya yang hitam besar 10 inci
itu terlihat tegak siap beraksi.

“Kenyal sekali . . . .ha…ha…ha…”seru Joe sambil menerkam dan mulutnya menciumi buah dada cewek itu dengan
buas.

Tubuh Silvi mengeliat - liat membusur, sementara buah dadanya diremas - remas sampai merah. Lidah Joe
menelusuri buah dada Silvi, lalu turun ke daerah perut dan menjilati pusarnya. Beberapa saat kemudian
sambil tersenyum sinis, mata Joe memelirik kearah paha Silvi.

“Oooohhh . . . jangan . . . .aaahhhh . . . ” hiba Silvi ketakutan tidak berani membayangkan diperkosa oleh kelima
berandal kekar dan berotot.

Lalu tangan Joe mulai memelorot celana dalam Silvi. Cewek itu berusaha mempertahankannya

“Ha..ha…ha…percuma kau berontak manis!” ejek Joe ketika Silvi berontak sekuat tenaga, tetapi Bobby dan
Paul makin erat memegangi tangan Silvi, perlahan -  lahan celana dalamnya terlepas, rambut kemaluan Silvi
terlihat ketika celana dalam berwarna pink itu dari pinggul dilorot turun kepahanya dan akhirnya
terlepas.

“Cihuuuiiii……Ha…ha…ha . . . PARTY TIMES… ha…ha…ha . . . ” Teriaknya sambil memutar - putar celana dalam itu, lalu
dicium dalam - dalam menikmati aromanya dan dilemparkan kelantai. Mata Joe jelalatan memandangi Silvi
yang telanjang bulat terlentang diatas meja.

Silvi lemas karena ketakutan, ia tak berani membayangkan para berandal itu akan ‘menelan tubuhnya
ramai - ramai’. Para berandal makin ramai menyorakinya, mata mereka jelalatan memandang setiap lekuk
tubuh Silvi. Paul yang tadi memegangi tangan Silvi digantikan oleh Bobby.

“Oooooh . . . .aaaahh . . . am…pun . . . .aaaah…jang… an…aaahh..” hiba tangis Silvi.

“Diam! . . . THERE’S GOING TO BE A BIG PARTY IN YOUR PUSSY TONIGHT . . . .Ha…ha…ha…kita lihat siapa yang paling
hebat bercinta denganmu!” ejek Paul mendekati Silvi sambil mengeluarkan pisau lipat.

Silvi ketakutan ketika Paul memainkan pisau itu diantara buah dadanya sambil tersenyum sinis memandang
tubuhnya. Pisau itu bergerak kearah puting susunya dan diputar - putar mengelilingi belahan buah dada
Silvi yang naik - turun karena napasnya tak beraturan.

Hal itu membuat para berandal benar - benar terangsang. Pisau itu terasa dingin di buah dada Silvi, lalu
pisau itu bergerak kearah perut cewek itu dan turun ke daerah bawah pusar cewek itu. Edi menyeringai
penuh arti ketika mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Paul dengan pisau lipatnya.

“Ayo Milo, cukur sampai habis . . . .ha…ha…ha…ha…” seru Edi kegirangan.

“Aaaahh . . . .ohhhh…jangan . . . aaah . . . ” teriak Silvi sambil berontak, tetapi para berandal itu makin mempererat
pegangannya, sementara pisau lipat itu dengan buas mulai beraksi mencukur rambut kemaluannya.

“Ha…ha . . . ha… kesempatan yang langka ini tak akan kami lewat begitu saja. Ayo manis berteriaklah
semaumu, tak akan ada yang mendengarmu saat ini.” Ejek Joe sambil menerkam buah dada Silvi,

Diremasnya kuat - kuat membuat cewek itu mengerang kesakitan sementara Paul mencukur rambut kemaluannya
tanpa foam pelicin sehingga Silvi merasa perih. Bobby, Rudy dan Edi yang memegangi kaki dan kedua
tangan Silvi tertawa melihat cewek itu meronta - ronta.

“Aaaaaagggg . . . aaaaoooohh . . . ooooohhh…oohh.. .” desah Silvi buah dadanya diremas - remas oleh Joe. Suara
desahan itu membuat para berandal itu makin terangsang.

Dengan buas pisau Paul beraksi, dalam beberapa menit saja rambut kemaluan Silvi telah tercukur habis.
Daerah kulit bawah perut Silvi yang tadinya ada rambut kemaluannya terlihat memerah. Paul tersenyum
puas,

Joe segera maju sambil mementang kaki cewek itu lebar - lebar, sekarang ia berada diantara pahanya ,
memandang kemaluan Silvi yang terlihat jelas karena rambut disekitar daerah itu habis tercukur.

“Ha…ha…ha…buah dadamu sungguh lezat, NOW I’LL EAT YOUR PUSSY!” kata Joe sambil menjilatkan lidahnya
sementara matanya melirik kearah kemaluan Silvi.

“Oooooh . . . lepas…kan . . . jang…an ..oooOOAAHH!” tangis Silvi terhenti ketika Joe mulai menjilatinya. Lidah
itu seakan menjulur panjang menjelajahi lorong MissV  Silvi. Tubuh cewek itu mengelinjang - gelinjang,
sementara lidah Joe bergerak seperti cacing menggali lobang.

“Oooooohhhhh…aaaauuuuoooo…oooouuu…aaaah. ..” Desis Silvi sementara kepalanya hanya bisa menggeleng ke
kiri dan kanan. Tubuh Silvi bergetar, tangannya mengepal erat - erat, Paul menciumi leher dan daerah
sekitar ketiak, sambil tangannya mencubit puting susu cewek itu. Rudy melepaskan kaki cewek itu, dan
ikutan mencumbu perut Silvi. Lidah Rudy menjilati pusar cewek itu.

“Uuuuuuhhhh . . . oooouuh…ooohhh…” suara desah Silvi makin keras, ketika lidah Joe masuk makin dalam
diMissV nya.

“Ha…ha…ha . . . percuma kau berontak sayang, mau tak mau kau akan menikmati pesta ini!” ejek salah satu
berandal.

Buah dada Silvi memerah dan mengembang karena remasan tangan Paul.

Joe makin bersemangat, ketika MissV  Silvi mulai berlendir. Lidah itu menjelajah makin dalam bersamaan
dengan pekik desah Silvi. Paul masih mengulum buah dada cewek itu.


Baca Juga


Putingnya disedot kuat - kuat, membuat cewek itu mengeliat menahan rasa nikmat dan sakit yang bercampur
menjadi satu. Tanpa disengaja dari puting buah dada Silvi keluar cairan putih seperti susu. Paul lebih
bersemangat lagi menyedoti cairan itu, sementara tangannya meremas - remas buah dada Silvi agar keluar
lebih banyak.

“Uuuuggghhhh……uuuuuhhhh . . . uuuhhhh . . . aaauuuhh hhh . . . ” desis Silvi dengan napas tersedak - sedak.

“Ha…ha…ha . . . ternyata tubuhmu menghianatimukan? Diam - diam kau menikmatinya……BITCH!!!!” ejek Paul sambil
menyedoti buah dada Silvi, kanan - kiri.

Lonceng berbunyi menunjukkan pukul 21:30. Rupanya para berandal itu senang bermain - main dengan
tubuhnya dan berniat melakukan WARMING - UP sebelum memperkosanya.

Silvi hanya bisa mengeliat - liat dikerubuti para berandal yang kekar. Lidah Joe dengan lahapnya
menjilati MissV  Silvi.

Tidak puas hanya lidah, sekarang jari tangan Joe ikutan beraksi. Jari tengah dan telunjuk Joe masuk di
lobang kemaluan cewek itu, diputar - putar seolah - olah mengaduk - aduk MissV  Silvi, sementara lidahnya
ikut menjilati bibir kemaluan Silvi.

“Aaaauuuuhhhhh……uuuuuhhh . . . .aaahhhh” desah cewek itu makin keras, membuat para berandal itu tertawa
mengejek ketidak berdayaannya. Jari tangan Joe menusuk masuk dan bermain - main dengan klitorisnya,
membuat Silvi mengelinjang - gelinjang.

Mata Silvi terpejam, kepalanya menggeleng ke kiri kanan, Rudy menciumi pusarnya, tangan Paul meremas -
remas buah dadanya. Setelah puas bermain - main, Joe mementang kedua kaki Silvi.

“Joe mau pakai kondom?” tanya Bobby. Joe menolak usul Bobby.

“NO WAY . . . Ha…ha…ha . . . I WANT TO FEEL SKIN TO SKIN…ok sekarang saatnya manis… NOW LETS SEE JUST HOW TIGHT
YOUR CUNT IS!” Joe mengangkat pinggul Silvi tinggi - tinggi.

Rudal nya sekarang digesek - gesekkan disekitar bibir kemaluan Silvi berusaha menyibak belahannya. Mata
cewek itu terbelalak kaget ketika merasakan kepala Rudal  Joe yang besar dan hangat. Batang Rudal  itu
berdenyut - denyut dibibir kemaluannya.

“Ohhh…ohhhh sekarang saatnya!” pikiran Silvi melayang jauh ketika Joe mulai beraksi menindih tubuhnya.

“Ayo Joe cumbu dia sampai mampus……Cihuuui!!!” para berandal itu memberi semangat.
Joe merasakan rasa hangat yang mengalir pada kepala batang kemaluannya yang sudah menancap tepat pada
pintu gua kenikmatan milik cewek itu.

Joe menekan perlahan, seperempat dari bagian kepala kemaluannya mulai terbenam  . . . Silvi menahan napas  . . .
ditekan lebih dalam lagi  . . .  separuh dari bagian kepala kemaluannya melesak masuk  . . .  dengan lebih
bertenaga Joe mendesak batang kemaluannya untuk masuk lebih dalam lagi.

“Ayo Joe! sedikit lagi! Masukin saja semua! Biar dia rasain Joe!” Paul menyoraki Joe sambil meremas -
remas buah dada Silvi.

“AAAgggh!!!!” Pekik Silvi merasakan sesuatu yang menyakitkan dipangkal pahanya ketika seluruh kepala
kemaluan Joe sudah terbenam kedalam liang hangat miliknya, dengan satu hentakan yang kuat, Rudal  Joe
menyeruak masuk ke dalam MissV  Silvi membuatnya memekik kesakitan.

Sementara badai diluar mulai turun dengan deras dimulailah pesta perkosaan itu. Silvi terlentang diatas
meja bundar diruang tengah, tangan dan kakinya dipegangi erat - erat oleh Bobby dan Edi, buah dadanya
dijilati, disedoti oleh Rudy dan Paul, sementara Rudal  Joe mengoyak - koyak MissV nya dengan ganas.

“Aaagh . . . .aaahh . . . ooooh . . . ooohh…” suara rintih Silvi seiring dengan gerakan ayunan pinggul Joe yang kuat.
Senti demi senti batang kemaluan Joe menelusur masuk menerobos keketatan liang kemaluan Silvi yang
sudah basah berlendir itu.

Setiap ayunan Joe membuat tubuhnya mengelepar kesakitan karena Rudal  yang besar itu berusaha masuk
lebih dalam. Suara desahan Silvi membuat para berandal itu makin bernapsu menikmati tubuhnya.

“Ayo Joe . . . .genjot terus sampai mampus . . . . ha…ha…ha…” seru salah satu berandal.
Joe merasakan begitu ketatnya ujung kemaluannya terjepit di dalam MissV  Silvi, selang beberapa saat
Rudal  itu terhenti menerobos keluar masuk.

“CAN’T SEEM TO GET MY COCK DEEP ENOUGH INTO YOU BABY!” Joe mengatur posisi pinggulnya, “YOU SO DAMN
TIGHT!.” kemudian dengan satu hentakan yang kuat membuat batang Rudal  itu hilang tertelan kemaluan
Silvi.

“AAAaaaaggggkkk!!” suara lolong histeris Silvi ketika dengan satu hentakan kuat tanpa masalah Rudal  itu
beraksi lagi di liang MissV  Silvi yang berlendir, rupanya selaput perawan Silvi robek.

“Uuuugggghhhh . . .  SO YOU’RE STILL A VIRGIN? Ha…ha…ha . . . manis, kau tak akan melupakan pengalaman ini!”
ejek Joe, Rudal  itu dengan mudah menerjang keluar masuk dengan cepat, sementara tubuhnya menghentak
hentak barbar diatas Silvi yang mendesah - desah tak berdaya.

Kemaluan Silvi terasa akan robek oleh desakan Rudal  Joe yang menyeruak masuk keluar dalam - dalam seperti
membor kilang minyak. Joe melengkuh - lengkuh nikmat, pinggulnya berayun - ayun memompa, Rudal  itu keluar

Kaki Silvi terangkat tinggi diatas meja terayun - ayun seirama gerakan pinggul Joe menghujamkan keluar
masuk batang Rudal nya yang dengan barbar beraksi diMissV nya.

Silvi berharap ia dapat pingsan saat itu juga supaya tidak merasakan sakit yang tak terlukiskan itu.
Para berandal itu menyanyikan lagu “ROW YOUR BOAT”.

“Aaaahhh…aaaahh . . . ammm . . . pun . . . aahh…

aaahh…aaahh . . . sakit..ahhhhh..aaaahhh . . . ”jerit Silvi. Pinggul Joe bergerak seperti pompa. Rudal  itu keluar
masuk seiring desahan Silvi.

“Ayo Joe coblos terus, coblos…coblos…woooo…

wooooo BABY . . . ” teriak Paul sambil menciumi dada cewek itu.

“Delapan puluh delapan……delapan puluh sembilan . . . sembilan puluh…Ayo…” dengan semangat Edi menghitungi
setiap hujaman Rudal  Joe.

“Aaaaahhh . . . wahhhhaaa . . . aaaah . . . uuuuh…

uuugh . . . ” pekik Silvi, sementara Joe berayun - ayun diatas tubuhnya. Cewek itu hanya bisa terisak - isak.
Suara petir menyambar di sela - sela badai.

“YEAAAHHH. HOW’S IT FEEL, BABE, HOW’S IT FEEL WITH A REAL MAN’S BIG COCK IN YOUR BELLY? OOOOOOOOOOOOO
YOU FEEL SO GOOD, SO HOT.” ejek Joe sambil memaksa Silvi yang mendesah untuk melihat Rudal nya mengenjot
keluar masuk lorong MissV nya.

Silvi bisa merasakan setiap inci dari otot dibatang Rudal  Joe bergerak menelusuri lorong kemaluannya.
“Uuuh…uuuh . . . uuaah…” lengkuh Joe, sudah sekitar setengah jam dia berayun - ayun diatas cewek itu,
keringat membasahi tubuh keduanya, tetapi gerakan pinggulnya tetap ganas, Rudal nya menyodok - sodok
dikemaluan Silvi, tangannya menggerayangi pahanya dengan liar.

Sementara itu Paul membuka celana panjang dan celana dalamnya sendiri, Rudal nya panjang, (tetapi
tidak sebesar Joe sekitar 8.7 inci) sudah tegak menegang.

Rudy masih asyik menyedoti puting buah dada Silvi. Sesekali cewek itu berusaha memberontak, tetapi Edi
dan Bobby mempererat pegangannya. Joe melengkuh - lengkuh nikmat di atas tubuh Silvi yang mengeliat - liat
menahan berat tubuh Joe yang menindihnya.

“Seratus enam puluh enam…… seratus enam puluh tujuh . . . .seratus enam puluh delapan . . . .ayo Joe taklukan
dia . . . ha…ha…ha…” Edi menyemangati yang langsung diikuti oleh para berandal yang lain.

“Seratus tujuh puluh tiga . . . seratus tujuh puluh empat…seratus tujuh puluh lima . . . ” Para berandal yang
lain ikutan menyemangati Joe.

Tubuh dan buah dada Silvi berguncang - guncang seirama dengan hentakan genjotan Joe yang makin liar.
MissV nya terasa terbakar oleh gesekan Rudal  Joe yang buas.

“Aaaaaaahhhh . . . .aaaaaa . . . aaaaaahh . . . .aahhhh . . .  ..ooooohhh” Silvi melolong menahan sakit

“Ayo… . . . ayo . . . seratus delapan puluh delapan . . . .seratus delapan puluh sembilan . . . seratus sembilan
puluh . . . ha…ha…ha…” Edi memberi semangat.

“Uuuuaah . . . uuuuuh . . . uuughh…tubuhmu nikmat sekali!” Joe mengejek Silvi yang mengigit bibirnya menahan
sakit. Pinggulnya maju mundur diantara selangkangan cewek itu. Rudy dengan gemas mengigit puting buah
dada Silvi, sementara tangannya yang satu meremas -  remas buah dada sebelah kanan.

“Aaaaahh……uuuughhh . . . .uuughh…uuukkkh . . . ooo uuuughh…” rintih Silvi, sementara gerakan Joe mulai pelan,
tapi mantap.

“Seratus sembilan puluh enam . . . .seratus sembilan puluh tujuh . . . ” Semua berandal menyemangati Joe. Batang
Rudal nya keluar masuk dengan barbar.

“”I’M COMING, BABY!” lengkuh Joe.

“OH GOD! NO, PLEASE ! NOOOOO!! NOO! DON’T COME INSIDE ME!!! NOOO, PLEASE!!!! . . . .AAAKKKHHHH!” kepala
Silvi terjengkang keatas, sementara terdengar suara lolong kesakitan ketika batang Rudal  itu menghujam
dalam - dalam diMissV nya.

Dengan satu hentakan kuat Joe mencapai klimax, Rudal nya menyemburkan sperma dalam lorong kemaluan
Silvi.

“Uuuuuugggh . . . .ha…ha…ha . . . bagaimana?” ejek Joe sambil mencabut Rudal nya dengan perkasa.

“kau akan digilir sampai pagi!! . . . .ha…ha…ha…NEXT!!!” seru salah satu berandal.

Sementara itu kilat diluar menyambar - yambar, waktu itu pukul 22:25. Silvi hanya bisa terisak - isak,
Paul maju sambil menyeringai. Tanpa perlawanan yang berarti, Paul sudah berada di antara
selangkangan cewek itu.

“Ha…ha…ha…IS MY TIME TO RIDE, BABY I’M GONNA TAKE MY TIME AND FUCK YOU NICE AND SLOW. LET’S SEE HOW
LONG I CAN KEEP MY DICK HARD IN THIS WONDERFULLY TIGHT CUNT OF YOURS. SEE HOW LONG I CAN KEEP YOU
MOANS . . . .!” ejek Paul, sementara batang Rudal nya dengan mudah masuk ke MissV  Silvi.

“Cerita sex” Paul memulai gerakannya, pinggulnya bergerak memutar, memastikan Rudal nya masuk penuh,
lalu bergerak maju mundur perlahan tapi dalam. Pinggulnya berayun - ayun pelan dan mantap, diantara
kedua paha Silvi yang terbuka lebar, sambil meremas - remas buah dadanya.

Kadang jari - jari tangan Paul melintir - lintir puting susu cewek itu, tubuh Silvi hanya bisa mengeliat -
liat, sementara dari bibirnya yang terbuka terdengar suara erangan dan desah.

Rudal  itu beraksi di MissV nya, pinggulnya diangkat ke antara pinggang Paul yang maju mundur. Rudy
meninggalkan kerumunan menuju kulkas diruang makan. Joe duduk disofa, sambil melihat teman -  temannya
beraksi diatas tubuh Silvi.

Bobby masih dengan erat memegangi tangan kanan dan kiri Silvi, juga Edi yang memegangi kedua kaki
Silvi. Suara desah erangan cewek itu bagai musik merdu ditelinga mereka.

Tubuh Silvi basah kuyup karena keringat, sementara Paul melengkuh - lengkuh nikmat.

“Ooooooooohhhhhh… . . . uuuuuuhhhhh . . . .uuuhhhh . . .  .uuhhh . . . .

ha…ha…ha . . . ” suara Paul, Rudal nya yang panjang tanpa ampun terus mengenjot kemaluan Silvi. Buah dadanya
dijadikan bual - bualan oleh Paul.

Giginya mengigiti putingnya dengan gemas, membuat Silvi menjerit kesakitan. Terlihat bercak - bercak
merah bekas cupangan disekitar leher dan dada ditubuh Silvi.

“Aaaahhh . . . .aaaaoooohhh . . . ooooohhhhhh…ooooohhh h . . . .” desah Silvi merasakan Rudal  Paul menusuk keluar
masuk diMissV nya. Sudah sekitar lima belas menit Paul beraksi, tubuh Silvi berguncang -  guncang
seirama ayunan pinggul Paul.

Pukul 23.10. Kilat dan guntur bersahutan diluar, membuat jalanan bertambah sepi.

“Hah…hah . . . hah……uuuggghhh…”lengkuh Paul, sekarang ayunannya tidak perlahan seperti pertama, tetapi
berirama cepat dan dalam. MissV  Silvi terasa perih terbakar oleh gesekan Rudal  Paul.

“Ha . . . ha…ha . . . . tunggu punyaku manis, YOU WILL LOVE IT!” seru Edi sambil mengolesi Rudal nya sendiri
dengan selei sehingga kepala Rudal  itu terlihat gilap dan lebih besar dari yang sebelumnya.

“Uuuuuggghhhh… . . . uuuuuggghh…… uuuugggghhhh……”desah Silvi pendek seirama keluar masuk Rudal  Paul di
kemaluannya.

Edi meremas - remas Rudal nya sendiri, sambil memandangi setiap lekuk tubuh Silvi.

“Ha…ha…ha . . . Ed, kau sudah tak sabar ya?……” tanya Bobby sambil matanya terkagum melihat Rudal  Edi yang
makin besar, sehingga kepala Rudal  itu seperti jamur.

“Oooooohhhhhh . . . uuugggghhh . . . .oooohh……

oooohh… . . . .HERE I CAMEEE……!!!!” jerit klimax Paul, Rudal nya menghujam dalam - dalam sambil menyemprotkan
cairan putih

“Aaaaaaakkkkkhhhhhhh……oooohhh……” pekik Silvi diantara lengkuhan nikmat Paul.

Paul mencium kening Silvi yang terlentang terengah - engah diatas meja.

“FUCK YOU BABE! . . . .ha…ha..ha . . . ” ejek Paul sambil mencabut Rudal nya.

Posisinya segera digantikan oleh Edi. Kepala Rudal  yang besar itu digesek - gesekkan di antara paha
Silvi. Edi memandangi tubuh Silvi yang sintal dan mulus basah oleh keringat.

“LET’S GO TO HEAVEN, manis…ha…ha…ha . . . ” Bersamaan dengan kata itu Edi menciumi buah dada Silvi,
sementara tangannya mengesek - gesekkan Rudal nya di bibir kemaluan cewek itu.

Teriakan Silvi tertelan badai yang ganas, pukul 23.45. Silvi, meronta - ronta tubuhnya membusur digumuli
Edi yang penuh napsu, sementara para berandal yang lain tertawa terbahak - bahak.

Tangan Silvi yang dipegangi oleh Bobby,membuatnya tak bisa melawan, sehingga dengan leluasa Edi
menciumi tubuhnya.

Dari leher, lidah Edi terus menelusur turun ke buah dadanya, disedotnya kuat - kuat buah dada cewek itu,
membuatnya mengerang kesakitan, lidahnya menjilati dengan lahap cairan yang keluar dari puting susu
Silvi.

Tiba - tiba dengan hentakan yang kuat Rudal  Edi menerobos masuk kemaluan cewek itu.

“Aaaaakkkkkkkhhhhh… . . . ”Diana berteriak kesakitan. Rudal  itu terus berusaha masuk penuh, Silvi bisa
merasakan kepala Rudal  yang besar itu berusaha masuk lebih dalam di MissV nya.

“Uuuuugggghhhhh . . . .sempit sekali . . . uuuuaahh…

hhhaaaa . . . ”seru Edi sambil terus mendorong masuk Rudal nya.

“Ayo . . . .Ed,……ha . . . ha…ha . . . masukkan semuanya . . . biar mampus dia!” teriak Joe menyemangati Edi.

Sekarang kepala Rudal  itu sudah masuk, Edi diam sebentar merasakan otot MissV  Silvi yang berusaha
menyesuaikan diri dengan Rudal nya. Dinding MissV  Silvi serasa meremas - remas Rudal nya, membuatnya lebih
tegang.

“Ha . . . ha…ha . . . kulumat kau, manis!” bisik Edi sambil mulai menggenjotkan Rudal nya dengan barbar. Joe
menciumi leher Silvi, Rudy meremas - remas buah dadanya.

Paul meratakan olesan selai, sedangkan tangan Edi mementang pahanya agar lebih leluasa Rudal nya bisa
maju mundur diliang kemaluan Silvi.

“Aaaahhhh……aaahhhhhh . . . .aaaggghhhh…

aaahhhhh…” lolongan desah Silvi digarap ramai - ramai. Suara desah dan erangan Silvi terdengar bagai musik
merdu ditelinga para berandal. Tanpa menghiraukan Silvi yang sudah kelelahan, mereka terus berpesta
menikmati tubuh cewek itu.

Bagai menyantap hidangan lezat, mereka melahap dan menjilati tubuh Silvi yang basah, mengkilat karena
olesan selai dan keringat. Rudal  Edi menerobos keluar masuk dengan cepat, sementara disetiap hentakan
tubuhnya terdengar erangan Silvi menghiba kesakitan.

Rudy yang meremas - remas buah dadanya sekarang mulai menjilatinya penuh napsu, sedangkan putingnya
disedoti agar keluar cairan seperti susu, Joe terus menciumi leher Silvi yang jenjang.
“Uuugggh… . . . uuuuggghhh… . . . .aauughh . . . .

uuugghhh . . . uuuuggghhh . . . ” rintih Silvi, sudah sekitar lima belas menit Edi berpacu dengan birahi, peluh
membasahi tubuhnya. Edi melengkuh - lengkuh penuh napsu, menikmati setiap inci hujaman Rudal nya dilorong
kemaluan Silvi.

“Haaah . . . .haaah . . . uuuggh . . . .bagaimana manis, asik bukan . . . .kau akan digilir sampai pagi…ha…ha…

ha . . . Haah . . . haaah . . . ” seru Edi sementara pinggulnya bergerak seperti memompa diantara kedua paha Silvi.
Buah dada cewek itu memerah diremas - remas dengan kasar oleh para berandal. Tubuh Silvi berguncang -
guncang dengan ganas seirama ayunan Edi.

“He…he…he . . . .buah dadamu lezat sekali, ya . . . .kau akan membayarnya dengan tubuhmu sayang!” ejek Rudy
sambil menjilatkan lidahnya keudara sementara tangannya meremas - remas buah dada cewek itu dengan
napsu.

Silvi hanya bisa terisak - isak sambil menahan sakit disekujur tubuhnya yang basah kuyup karena keringat
dan selai. Rudal  Edi makin ganas menggenjot cewek itu.

“Aaaauuh . . . .aaagggh……uuuuugggghhhh…

uuuughhhhh . . . ” pikik desah Silvi. MissV nya terasa panas dan perih oleh gesekan Rudal  Edi yang barbar.

Badai masih ganas, didekat lantai meja makan, terlihat BH dan celana dalam Silvi berserakan sementara
diatas meja Silvi diperkosa dengan ganas oleh lima berandal yang kekar, tubuhnya dipentang dan dijilati
penuh napsu.

Buah dadanya dicengkram dan diremas - remas, lehernya diciumi, puting dan pusarnya dijilati, sementara
Edi melengkuh - lengkuh nikmat, cewek itu hanya bisa merintih dan mendesah karena Rudal  besar dan hitam
beraksi menghentak - hentak barbar keluar masuk diantara selangkangannya.

Waktu menunjukkan 24:16 Edi sudah hampir mencapai klimax, irama ayunan pinggulnya makin cepat tanpa
perduli Silvi yang terengah - engah kelelahan, Rudy menggigit puting buah dadanya, membuat Silvi mengerang
kesakitan.

“aakkkh . . . aaahh…ooooohhhh…” rintih Silvi diantara lengkuh nikmat Edi.

“Huuuh…uuuhhh . . . .uuuuhhh . . . .uhhhh . . .

HUUAAAHHHH . . . .” jerit Edi mencapai klimax, dengan satu hujaman yang kuat, Rudal nya masuk hilang
tertelan dilorong MissV  Silvi.

“Aaaaakkkkhhhh . . . ” jerit Silvi tertahan, tubuh cewek itu mengeliat kejang, lalu lunglai, pingsan
kelelahan, sementara Rudal  itu menyemburkan banyak sprema dalam MissV nya. Peluh menetes dari tubuh
Edi yang masih menindih cewek itu.

“Ha…ha…ha . . . tubuhmu sungguh menggairahkan sekali…” Raut wajahnya terlihat puas, beberapa saat kemudian
Edi mencabut Rudal nya, sambil mencium leher Silvi yang masih pingsan. Rudy siap - siap maju mengambil
posisi.

“Biarkan dia istirahat dulu, nggak enak kalau nggak ada perlawanan” Cegah Joe.

“Kita beri dia obat perangsang saja!” usul Bobby sambil tersenyum penuh napsu.

“Jangan, kita simpan itu untuk yang terakhir” Joe duduk disofa.

Beberapa menit kemudian, sekitar pukul 24:40, Silvi yang baru saja siuman dibopong ramai - ramai menuju
kamarnya, disana cewek itu dilempar ke ranjang dan langsung diterkam oleh para berandal yang sekarang
semuanya sudah telanjang bulat.

Cewek itu berusaha berontak melarikan diri, tetapi dengan cekatan para berandal itu menerentangkan
tubuh Silvi.

Cewek itu berteriak ketakutan ketika para berandal dengan buas menggumuli tubuhnya.

“Aaaahhhh . . . .aampun . . . .aaaahhhh . . . ”hiba Silvi, sementara Edi dengan kasar mulai meremas - remas buah dada
kanannya. Joe berusaha mencium bibirnya yang merah merekah. Paul menjilati dan menyedoti puting
sebelah kiri.

“Aaaaduuuhh…aaaaawww…aaaahhh . . . .ja…ja . . . ngan…”teriakan Silvi tak digubris.

Rudy maju mengambil posisi diantara kedua kakinya, tersenyum sinis sambil membungkuk menciumi leher
cewek itu. Silvi mengeliat - liat tak berdaya. Lidah Rudy menelusur turun dari lehernya menuju perutnya
Silvi.

“Aaaaaahhh . . . .le…paskan . . . .aaaahhh” jerit Silvi ditengah kerubutan berandal. Rudy mulai menjilati daerah
pusar Silvi.

“Manis…tadi kulihat kau suka disco! bagaimana kalau sambil diputarkan lagu…hmmm?…
disco…rock…atau metal? . . . OK metal saja!”

Bobby mengejek Silvi. Beberapa saat kemudian terdengar lagu metal, membuat para berandal itu lebih
bersemangat menikmati setiap lekuk tubuh Silvi.

“Ha…ha…ha…manis, kami masih belum puas!” ejek Rudy. Bobby membaca surat yang ditemukannya dimeja rias
pinggir ranjang.

Gumam Bobby sambil melihat Silvi yang mendesah - desah tak berdaya dijilati dan diciumi teman - temannya.
Beberapa saat kemudian Bobby naik keatas ranjang, berbaring disamping cewek itu.

“Nah Silvi sayang, ARE YOU READY TO LOSE YOUR VIRGINITY IN ANOTHER HOLE? kau benar - benar beruntung
manis! kau pasti puas!” kata Bobby sambil menjilat muka cewek itu yang menangis ketakutan.

Bobby merangkul tubuhnya dari samping dan digulingkan menghadapkan keatas terlentang sehingga
posisinya sekarang dibawah Silvi.

“Hai . . . sayang pestanya dilanjutkan. Manis kau pikir tadi sudah yang paling sakit, tunggu yang ini kau
akan rasain sakit yang sebenernya!” kata Paul sambil menerkam gemas buah dadanya.

“Dan sekarang kau dapat kehormatan manis BECAUSE I’LL TAKE YOUR ASS VIRGINITY!!” mata Silvi terbelalak
ketakutan.

“Oooohhh . . . jang…aan…PLEASE!!!!” hiba Silvi disela isak tangisnya.

“Dianay kau akan merasakan sesuatu yang belum pernah kau bayangkan sebelumnya sayang!” ejek Bobby.

Cewek itu berusaha berontak sekuat tenaga, tapi kerubutan dan remasan dibuah dadanya membuatnya tak
bisa berkutik.

Silvi didudukkan tepat diatas tubuh Bobby, berandal itu mengarahkan Rudal nya yang tegak di lobang anus
cewek itu dan segera dihujamkan dalam anus Silvi tanpa pelumas sehingga membuatnya menjerit kesakitan.

“AAAAKKKKKKKHHHHHH!!!!” lolong Silvi, sementara Rudal  Bobby (10 inci) masuk penuh dalam anusnya,
sekarang cewek itu dipaksa tidur terlentang. Rudy diatas menindihnya sementara Silvi meronta - ronta
kesakitan, anusnya terasa sakit oleh batang Rudal  Bobby yang berada dibawahnya.

Rudy yang sudah puas menjilati perut Silvi, sekarang mementang kedua paha Silvi, mengarahkan Rudal nya (8
inci) ke lorong MissV  cewek itu.

Apa daya tenaga seorang cewek yang dikeroyok lima lelaki kekar, dengan mudah masing - masing tangan Silvi
diikat dengan tali BH dijeruji pilar ranjangnya agar tidak bisa berontak.

Rudy segera memasukkan Rudal nya ke MissV  Silvi yang masih meronta - ronta, sambil tertawa terbahak - bahak.

“Ha . . . ha…ha . . .  sayang sekarang kau rasakan ini!” sambil berkata seperti itu, Rudy dan Bobby mulai
menggoyangkan pinggul mereka.

Rudal  Bobby bergerak naik - turun dianus sedangkan Rudal  Rudy menyodok keluar masuk seirama nada metal
yang makin bersemangat. Teriakan cewek itu tertelan oleh bunyi halilintar yang keras. Usaha Silvi untuk
berontak membuat ikatan ditangannya makin erat dan menyakitkan.

Tubuh Silvi meronta - ronta kesakitan, tanpa disadarinya gerakannya itu makin membuat Rudy dan Bobby
yang memperkosanya makin terangsang.

Tubuhnya mulai menggelinjang kesana kemari, pinggulnya bergerak - gerak ke kanan, kiri, memutar,
sementara Bobby yang dibawah mempertahankan kecepatan ritme keluar masuk batang Rudal nya dianus Silvi.
Suara kecipak akibat gesekan kemaluan mereka berdua semakin terdengar.

Sodokan batang Rudal  Bobby dianus Silvi membuat tubuh cewek itu meliuk - liuk tak beraturan dan semakin
lama semakin bergerak naik seolah menantang kejantanan Rudy.

“Ha…ha…ha . . . Dianay kau suka ya? Nih akan kumasukkan lebih dalam lagi! HAAAHHHH!!!!” teriak Rudy sambil
bertumpu pada remasan tangannya dibuah dada cewek itu ia menyodokkan Rudal nya lebih dalam ke MissV
Silvi.

“Oooooohhhh……aaahhh . . . aaahhhh…aahh…

ampun…amp..aaaaahhh…aaahh!!!!” erang Silvi kesakitan. Sementara kedua Rudal  berandal itu mengkoyak -
koyak MissV  dan anusnya, begitu penuh nafsu, ganas dan liar.

Melihat pemandangan itu dan terbakar oleh api birahi, para berandal lainnya sambil tertawa terbahak -
bahak melihat ketidak berdayaan Silvi, mereka meremas - remas Rudal  mereka sendiri.

“Ohhh . . . ha…ha…ha . . . bagaimana sayang, bagaimana rasanya . . . puas nggak? tenang pestanya masih lama . . . tunggu
giliran kita…ha…ha…ha..” seru para berandal lainnya.

Beberapa menit saja Rudal  mereka sudah tegak tegang siap beraksi kembali. Ranjang berderit - derit
seirama musik metal dan gerakan mereka yang barbar, Silvi ditindih ditengah - tengah mereka yang
menghentak - hentak berpacu dalam birahi.

Gerakan Bobby bagaikan dongkrak memaksa tubuh Silvi mengelinjang keatas mengundang Rudal  Rudy masuk ke
lorong MissV nya, sedangkan gerakan Rudy yang seperti memompa dari atas menekan kebawah sehingga Rudal
Bobby masuk penuh, begitu seterusnya, membuat cewek itu terengah - engah menahan rasa sakit di anus dan
MissV nya sekaligus. Bobby menciumi leher, tengkuk, telinganya penuh napsu.

“Uuuggh…uuggh…uuuughhh . . . ” rintih Silvi seirama ayunan kedua Rudal  itu. Cewek itu bisa merasakan
seakan - akan kedua Rudal  itu saling bertemu dan bergesekan didalam perutnya, hanya berbeda lorong saja.

Rudy dan Bobby melengkuh - lengkuh nikmat. Buah dadanya diremas - remas dengan kasar sekali oleh Rudy.
Silvi merasakan kesakitan, tapi remasan dibuah dadanya membuatnya tetap tersadar. Para berandal yang
lainnya bersorak - sorak menyemangati keduanya melahap tubuh Silvi.

Rudal  - Rudal  mereka digesek - gesekkan di tubuh cewek itu. Waktu menunjukkan Pukul 01:20 sementara pesta
perkosaan itu makin brutal terbawa napsu birahi para berandal.

Badai diluar makin ganas dan guntur sesekali menggelegar menelan teriakan Silvi. Joe menemukan lipstik

dimeja rias dan dioleskan dengan paksa dibibir Silvi. Situs BandarQ

Baca Juga:

2 comments:

  1. Artikel nya bagus gan, Mampir juga ya

    Cerita Seks Online untuk 17 tahun ke atas

    ReplyDelete
  2. Mau main POKER ONLINE? Belum tau mau main dimana?
    Coba mampir ke situs kami yuk, di dadudomino .com
    Kami menyediakan tempat untuk anda menyalurkan hobi anda dan mempertaruhkan hoki anda.

    Merasa HOKInya bagus terus? Coba yaa, jangan lupa mampir dan DAFTAR!
    Kami memiliki 7 buah permainan yang bisa anda coba hanya dengan melakukan sekali registrasi loh.

    | POKER | BANDAR POKER | ADUQ | DOMINOQQ | BANDARQ | CAPSA SUSUN | SAKONG |

    Cukup deposit Rp 20.000,- anda sudah bisa memainkan permainanya, coba aja kali siapa tau menang, namanya juga taruhan HOKI.

    Kalau masih ada yang ingin ditanyakan, bisa langsung ke live chat kami ya, atau silahkan add bbm kami di 2BE2B4B7.

    Ditunggu kedatangannya ya :)

    ReplyDelete