Kenikmatan Tak Terlupakan Ketika Ketinggalan Kunci Rumah



Cerita Dewasa -  Berawal Dari Ketinggalan Kunci Rumah. Namaku Rudy, biasa dipanggil Rud. Saat ini aku kuliah di salah satu Akademi Pariwisata sambil bekerja di sebuah hotel bintang lima di Bali, Bali. Kisah yang aku ceritakan ini adalah kisah nyata yang terjadi terjadi saat aku masih duduk di kelas II SMA, di kota Jember, Jawa Timur. Agen BandarQ

Saat itu aku tinggal di sebuah gang di pusat kota Jember. Di depan rumahku tinggalah seorang wanita, Nia Ramawati namanya, tapi ia biasa dipanggil Laras . Usianya saat itu sekitar 24 tahun, karena itu aku selalu memanggilnya Mbak Laras . Ia bekerja sebagai kasir pada sebuah departemen store di kotaku. Ia cukup cantik, jika dilihat mirip bintang sinetron Sarah Vi, kulitnya putih, rambutnya hitam panjang sebahu.

Namun yang paling membuatku betah melihatnya adalah buah dadanya yang indah. Kira-kira ukurannya 36B, buah dada itu nampak serasi dengan bentuk tubuhnya yang langsing.



Keindahan tubuh Mbak Laras tampak semakin aduhai saat aku melihat pantatnya. Kali ini aku tidak bisa berbohong, ingin sekali kuremas-remas pantatnya yang aduhai itu. Bahkan jika Mbak Laras memintaku mencium pantatnya akan kulakukan. Satu hal lagi yang membuatku betah melihatnya adalah bibirnya yang merah. Ingin sekali aku mencium bibir yang merekah itu. Tentu akan sangat nikmat saat membayangkan keindahan tubuhnya.



Setiap pagi saat menyapu teras rumahnya, Mbak Laras selalu menggunakan kaos tanpa lengan dan hanya mengenakan celana pendek. Jika ia sedang menunduk, sering kali aku melihat bayangan celana dalamnya berbentuk segi tiga. Saat itu Rudal ku langsung berdiri dibuatnya. Apalagi jika saat menunduk tidak terlihat bayangan celana dalamnya, aku selalu berpikir, wah pasti ia tidak memakai celana dalam. Kemudian aku membayangkan bagaimana ya tubuh Mbak Laras jika sedang bugil, rambut MissV nya lebat apa tidak ya. Itulah yang selalu muncul dalam pikiranku setiap pagi, dan selalu Rudal ku berdiri dibuatnya. Bahkan aku berjanji dalam hati jika keinginanku terkabul, aku akan menciumi seluruh bagian tubuh Mbak Laras . Terutama bagian pantat, buah dada dan MissV nya, akan kujilati sampai puas.

Baca Juga:
Kenikmatan Dari Mbak Penjual Jamu

Malam itu, aku pergi ke rumah Ferri, latihan musik untuk pementasan di sekolah. Kebetulan orang tua dan saudaraku pergi ke luar kota. Jadi aku sendirian di rumah. Kunci kubawa dan kumasukkan saku jaket. Karena latihan sampai malam aku keletihan dan tertidur, sehingga terlupa saat jaketku dipakai Baron, temanku yang main drum. Aku baru menyadari saat sudah sampai di teras rumah.



“Waduh kunci terbawa Baron,” ucapku dalam hati. Padahal rumah Baron cukup jauh juga. Apalagi sudah larut malam, sehingga untuk kembali dan numpang tidur di rumah Ferri tentu tidak sopan. Terpaksa aku tidur di teras rumah, ya itung-itung sambil jaga malam.


“Lho masih di luar Rud . . ” Aku tertegun mendengar sapaan itu, ternyata Mbak Laras baru pulang.

“Eh iya . . Mbak Laras juga baru pulang,” ucapku membalas sapaannya. “Iya, tadi setelah pulang kerja, aku mampir ke rumah teman yang ulang tahun,” jawabnya.

“Kok kamu tidur di luar Rud.”


“Anu . . kuncinya terbawa teman, jadi ya nggak bisa masuk,” jawabku. Sebetulnya aku berharap agar Mbak Laras memberiku tumpangan tidur di rumahnya. Selanjutnya Mbak Laras membuka pintu rumah, tapi kelihatannya ia mengalami kesulitaan. Sebab setelah dipaksa-paksa pintunya tetap tidak mau terbuka. Melihat hal itu aku segera menghampiri dan menawarkan bantuan.


“Kenapa Mbak, pintunya macet . . ”

“Iya, memang sejak kemarin pintunya agak rusak, aku lupa memanggil tukang untuk memperbaikinya.” jawab Mbak Laras .

“Kamu bisa membukanya, Rud.” lanjutnya.

“Coba Mbak, saya bantu.” jawabku, sambil mengambil obeng dan tang dari motorku.

Aku mulai bergaya, ya sedikit-sedikit aku juga punya bakat Mc Gayver. Namun yang membuatku sangat bersemangat adalah harapan agar Mbak Laras memberiku tumpangan tidur di rumahnya.



“Kletek . . kletek…” akhirnya pintu terbuka. Aku pun lega.

“Wah pinter juga kamu Rud, belajar dari mana.”

“Ah, nggak kok Mbak . . maklum saya saudaranya Mc Gayver,” ucapku bercanda.

“Terima kasih ya Rud,” ucap Mbak Laras sambil masuk rumah.

Aku agak kecewa, ternyata ia tidak menawariku tidur di rumahnya. Aku kembali tiduran di kursi terasku. Namun beberapa saat kemudian. Mbak Laras keluar dan menghampiriku.

“Tidur di luar tidak dingin. Kalau mau, tidur di rumahku saja Rud,” kata Mbak Laras .

“Ah, nggak usah Mbak, biar aku tidur di sini saja, sudah biasa kok, “jawabku basa-basi.

“Nanti sakit lho. Ayo masuk saja, nggak apa-apa kok . . ayo.”

Akhirnya aku masuk juga, sebab itulah yang kuinginkan.



“Mbak, saya tidur di kursi saja.”

Aku langsung merebahkan tubuhku di sofa yang terdapat di ruang tamu.

“Ini bantal dan selimutnya Rud.”

Aku tersentak kaget melihat Mbak Laras datang menghampiriku yang hampir terlelap. Apalagi saat tidur aku membuka pakaianku dan hanya memakai celena pendek.

“Oh, maaf Mbak, aku terbiasa tidur nggak pakai baju,” ujarku.

“Oh nggak pa-pa Rud, telanjang juga nggak pa-pa.”

“Benar Mbak, aku telanjang nggak pa-pa,” ujarku menggoda.

“Nggak pa-pa, ini selimutnya, kalau kurang hangat ada di kamarku,” kata Mbak Laras sambil masuk kamar.



Aku tertegun juga saat menerima bantal dan selimutnya, sebab Mbak Laras hanya memakai pakaian tidur yang tipis sehingga secara samar aku bisa melihat seluruh tubuh Mbak Laras . Apalagi ia tidak mengenakan apa-apa lagi di dalam pakaian tidur tipis itu. Aku juga teringat ucapannya kalau selimut yang lebih hangat ada di kamarnya. Langsung aku menghampiri kamar Mbak Laras . Ternyata pintunya tidak ditutup dan sedikit terbuka. Lampunya juga masih menyala, sehingga aku bisa melihat Mbak Laras tidur dan pakaiannya sedikit terbuka. Aku memberanikan diri masuk kamarnya.



“Kurang hangat selimutnya Rud,” kata Mbak Laras .

“Iya Mbak, mana selimut yang hangat,” jawabku memberanikan diri.

“Ini di sini,” kata Mbak Laras sambil menunjuk tempat tidurnya.

Aku berlagak bingung dan heran. Namun aku mengerti Mbak Laras ingin aku tidur bersamanya. Mungkin juga ia ingin aku . . , Pikiranku melayang kemana-mana. Hal itu membuat Rudal ku mulai berdiri. Terlebih saat melihat tubuh Mbak Laras yang tertutup kain tipis itu. BandarQ Online



“Sudah jangan bengong, ayo sini naik,” kata Mbak Laras .

“Eit, katanya tadi mau telanjang, kok masih pakai celana pendek, buka dong kan asyik,” kata Mbak Laras saat aku Ruddak naik ranjangnya.

Kali ini aku benar-benar kaget, tidak mengira ia langsung memintaku telanjang. Tapi kuturuti kemauannya dan membuka celana pendek berikut cekana dalamku. Saat itu Rudal ku sudah berdiri.

“Ouww, punyamu sudah berdiri Rud, kedinginan ya, ingin yang hangat,” katanya.

“Mbak nggak adil dong kalau hanya aku yang bugil, Mbak juga dong,” kataku.

“OK Rud, kamu mau membukakan pakaianku.”

Kembali aku kaget dibuatnya, aku benar-benar tidak mengira Mbak Laras mengatakan hal itu. Ia berdiri di hadapanku yang sudah bugil dengan Rudal berdiri. Aku memang baru kali ini tidur bersama wanita, sehingga saat membayangkan tubuh Mbak Laras Rudal ku sudah berdiri.



“Ayo bukalah bajuku,” kata Mbak Laras .

Aku segera membuka pakaian tidurnya yang tipis. Saat itulah aku benar-benar menyaksikan pemandangan indah yang belum pernah kualami. Jika melihat wanita bugil di film sih sudah sering, tapi melihat langsung baru kali ini.

Cerita Seks- Setelah Mbak Laras benar-benar bugil, tanganku segera melakukan pekerjaannya. Aku langsung meremas-remas buah dada Mbak Laras yang putih dan mulus. Tidak cuma itu, aku juga mengulumnya. Puting susunya kuhisap dalam-dalam. Mbak Laras rupanya keasyikan dengan hisapanku. Semua itu masih dilakukan dengan posisi berdiri.


“Oh, Rud nikmat sekali rasanya . . ”

Aku terus menghisap puting susunya dengan ganas. Tanganku juga mulai meraba seluruh tubuh Mbak Laras . Saat turun ke bawah, tanganku langsung meremas-remas pantat Mbak Laras . Pantat yang padat dan sintal itu begitu asyik diremas-remas. Setelah puas menghisap buah dada, mulutku ingin juga mencium bibir Mbak Laras yang merah.


“Rud, kamu ahli juga melakukannya, sudah sering ya,” katanya.

“Ah ini baru pertama kali Mbak, aku melakukan seperti yang kulihat di film blue,” jawabku.

Aku terus menciumi tiap bagian tubun Mbak Laras . Aku menunduk hingga kepalaku menemukan segumpal rambut hitam. Rambut hitam itu menutupi lubang MissV Mbak Laras . Bulu MissV nya tidak terlalu tebal, mungkin sering dicukur. Aku mencium dan menjilatinya. Tanganku juga masih meremas-remas pantat Mbak Laras . Sehingga dengan posisi itu aku memeluk seluruh bagian bawah tubuh Mbak Laras .


“Naik ranjang yuk,” ucap Mbak Laras .

Aku langsung menggendongnya dan merebahkan di ranjang. Mbak Laras tidur dengan terlentang dan paha terbuka. Tubuhnya memang indah dengan buah dada yang menantang dan bulu MissV nya yang hitam indah sekali. Aku kembali mencium dam menjilati MissV Mbak Laras . MissV itu berwarna kemerahan dan mengeluarkan bau harum. Mungkin Mbak Laras rajin merawat MissV nya. Saat kubuka MissV nya, aku menemukan klitorisnya yang mirip biji kacang. Kuhisap klitorisnya dan Mbak Laras menggeliat keasyikan hingga pahanya sedikit menutup. Aku terjepit diantara paha mulus itu terasa hangat dan nikmat.



“Masih belum puas menjilatinya Rud.”

“Iya Mbak, punyamu sungguh asyik dinikmati.”

“Ganti yang lebih nikmat dong.”

Tanpa basa-basi kubuka paha mulus Mbak Laras yang agak menutup. Kuraba sebentar bulu yang menutupi MissV nya. Kemudian sambil memegang Rudal ku yang berdiri hebat, kumasukkan batang kemaluanku itu ke dalam MissV Mbak Laras .



“Oh, Mbak ini nikmatnya . . ah . . ah . . ”

“Terus Rud, masukkan sampai habis . . ah . . ah . . ”

Aku terus memasukkan Rudal ku hingga habis. Ternyata Rudal ku yang 17 cm itu masuk semua ke dalam MissV Mbak Laras . Kemudian aku mulai dengan gerakan naik turun dan maju mundur.

“Mbak Laras . . Nikmaat . . oh . . nikmaattt seekaliii . . ah . . ”

Semakin lama gerakan maju mundurku semakin hebat. Itu membuat Mbak Laras semakin menggeliat keasyikan.

“Oh . . ah . . nikmaatt . . Rud . . terus . . ah . . ah . . ah . . ”


Setelah beberapa saat melakukan maju mundur, Mbak Laras memintaku menarik Rudal . Rupanya ia ingin berganti posisi. Kali ini aku tidur terlentang. Dengan begitu Rudal ku terlihat berdiri seperti patung. Sekarang Mbak Laras memegang kendali permainan. Diremasnya Rudal ku sambil dikulumnya. Aku kelonjotan merasakan nikmatnya kuluman Mbak Laras . Hangat sekali rasanya, mulutnya seperti MissV yang ada lidahnya. Setelah puas mengulum Rudal ku, ia mulai mengarahkan Rudal ku hingga tepat di bawah MissV nya. Selanjutnya ia bergerak turun naik, sehingga Rudal ku habis masuk ke dalam MissV nya.


“Oh . . Mbak Laras . . nikmaaatt sekali . . hangat dan oh . . ”

Sambil merasakan kenikmatan itu, sesekali aku meremas-remas buah dada Mbak Laras . Jika ia menunduk aku juga mencium buah dada itu, sesekali aku juga mencium bibir Mbak Laras .

“Oh Rud punyamu Oke juga . . ah . . oh . . ah . . ”

“Punyamu juga nikmaaat Mbaak . . ah . . oh . . ah…”

Mbak Laras rupanya semakin keasyikan, gerakan turun naiknya semakin kencang. Aku merasakan MissV Mbak Laras mulai basah. Cairan itu terasa hangat apalagi gerakan Mbak Laras disertai dengan pinggulnya yang bergoyang. Aku merasa Rudal ku seperti dijepit dengan jepitan dari daging yang hangat dan nikmat.


“Mbak Laras . . Mbaaakk . . Niiikmaaattt . . ”

“Eh . . ahh . . ooohh . . Rud . . asyiiikkk . . ahh . . ennakk . . nikmaaatt . . ”

Setelah dengan gerakan turun naik, Mbak Laras melepas Rudal ku. Ia ingin berganti posisi lagi. Kali ini ia nungging dengan pantat menghadapku. Nampak olehku pantatnya bagai dua bantal yang empuk dengan lubang nikmat di tengahnya. Sebelum kemasukan Rudal ku, aku menciumi dahulu pantat itu. Kujilati, bahkan hingga ke lubang duburnya. Aku tak peduli dengan semua hal, yang penting bagiku pantat Mbak Laras kini menjadi barang yang sangat nikmat dan harus kunikmati.


“Rud, ayo masukkan punyamu aku nggak tahaan nih,” kata Mbak Laras .

Kelihatannya ia sudah tidak sabar menerima hunjaman Rudal ku.

“Eh iya Mbak, habis pantat Mbak nikmat sekali, aku jadi nggak tahan,” jawabku.

Kemudian aku segera mengambil posisi, kupegang pantatnya dan kuarahkan Rudal ku tepat di lubang MissV nya. Selanjutnya Rudal ku menghunjam dengan ganas MissV Mbak Laras . Nikmat sekali rasanya saat Rudal ku masuk dari belakang. Aku terus menusuk maju mundur dan makin lama makin keras.



“Oh . . Aah . . Rud . . Ooohh . . Aah . . Aaahh . . nikmaaatt Rud . . terus . . lebih keras Rud…”

“Mbak Laras . . enak sekaliii . . niiikmaaatt sekaaliii . . ”

Kembali aku meraskan cairan hangat dari MissV Mbak Laras membasahi Rudal ku. Cairan itu membuat MissV Mbak Laras bertambah licin. Sehingga aku semakin keras menggerakkan Rudal ku maju mundur.Mbak Laras berkelonjotan, ia memejamkan mata menahan rasa nikmat yang teramat sangat. Rupanya ia sudah orgasme. Aku juga merasakan hal yang sama.


“Mbak . . aku mau keluar nih, aku nggak tahan lagi . . ”

Kutarik Rudal ku keluar dari lubang duburnya dan dari Rudal ku keluar sperma berwarna putih. Sperma itu muncrat diatas pantat Mbak Laras yang masih menungging. Aku meratakan spermaku dengan ujung Rudal ku yang sesekali masih mengeluarkan sperma. Sangat nikmat rasanya saat ujung Rudal ku menyentuh pantat Mbak Laras .

“Oh, Mbak Laras . . Mbaak . . nikmat sekali deh . . Hebat . . permainan Mbak bener-bener hebat . . ”

“Kamu juga Rud, Rudal mu hebat . . hangat dan nikmat . . ”


Kami berpelukan di ranjang itu, tak terasa sudah satu jam lebih kami menikmati permainan itu. Selanjutnya karena lelah kami tertidur pulas. Esok harinya kami terbangun dan masih berpelukan. Saat itu jam sudah pukul 09:30 pagi.


“Kamu nggak sekolah Rud,” tanya Mbak Laras .

“Sudah terlambat, Mbak Laras tidak bekerja.”

“Aku masuk sore, jadi bisa bangun agak siang . . ”

Kemudian Mbak Laras pergi ke kamar mandi. Aku mengikutinya, kami mandi berdua dan saat mandi kembali kami melakukan permainan nikmat itu. Walaupun dengan posisi berdiri, tubuh Mbak Laras tetap nikmat. Akhirnya pukul 14:30 aku pergi ke rumah Baron dan mengambil kunci rumahku. Tapi sepanjang perjalanan aku tidak bisa melupakan malam itu. Itulah saat pertama aku melakukan permainan nikmat dengan seorang wanita.


Kini saat aku kuliah dan bekerja di Bali, aku masih sering mengingat saat itu. Jika kebetulan pulang ke Jember, aku selalu mampir ke rumah Mbak Laras dan kembali menikmati permainan nikmat. Untung sekarang ia sudah pindah, jadi kalau aku tidur di rumah Mbak Laras , orang tuaku tidak tahu. Kubilang aku tidur di rumah teman SMA. Situs BandarQ

Baca Juga:
Kenikmatan Dari Bantuan Lebih yang Diberikan

5 comments:

  1. KAMI MEMANG BUKAN YANG TERBESAR TAPI KAMI BISA DIPERCAYA..

    WWW.BOLAPELANGI.COM Adalah bandar taruhan dengan pasaran terbaik di Indonesia. Cukup dengan 1 id kamu bisa bermain untuk semua jenis permainan yaitu :

    **SPORTBOOKS
    **CASINO LIVE
    **GAME SLOT
    **TOGEL ONLINE
    **TANGKAS
    **DOMINOQQ
    **BANDARQ
    **BANDAR POKER
    **POKER
    **CAPSA SUSUN
    **ADU Q

    Dapatkan juga bonus dan promo menarik dari kami yang antara lain :

    * Cashback Terbesar Di asia *
    * Rollingan Casino Terbesar *
    * Bonus Refferal Seumur Hidup *
    * Discount Full Togel (2d = 29.5% , 3d = 59.5% , 4d = 66%) *

    Kami memprioritaskan keamanan & kenyamanan serta membantu memberikan yang terbaik bagi member kami.
    Info lebih jelas silahkan hubungi kami melalui :

    * Livechat BolaPelangi *
    * BBM : D621F946 (BELLA) *
    * WHATSAPP : +855963551436 (BELLA) *
    * LINE : BOLAPELANGI (BELLA) *
    * TWITTER : @csbolapelangi *
    * INSTAGRAM : Bellacsbolapelangi *

    http://mampirbacadiblogbarcode.blogspot.co.id/2017/06/innalillahi-jula-perez-tutup-usia-di.html

    http://bandarjudibolapelangi.blogspot.co.id/2017/06/wow-manchester-united-di-minta.html

    ReplyDelete
  2. MandiriQQ menyediakan 7 permainan POKER , DOMINOQQ , CAPSA SUSUN , BANDARQ , BANDAR POKER , dan SAKONG. Dengan minimal Deposit Rp.20.000 dan Minimal WithDrawnya Rp.50.000 Untuk informasi lebih lanjut anda bisa Add Pin BBm kami : 2BE2B4BA

    ReplyDelete
  3. Artikel nya bagus gan, Mampir juga ya

    Cerita Seks Online untuk 17 tahun ke atas

    ReplyDelete
  4. Mau main POKER ONLINE? Belum tau mau main dimana?
    Coba mampir ke situs kami yuk, di dadudomino .com
    Kami menyediakan tempat untuk anda menyalurkan hobi anda dan mempertaruhkan hoki anda.

    Merasa HOKInya bagus terus? Coba yaa, jangan lupa mampir dan DAFTAR!
    Kami memiliki 7 buah permainan yang bisa anda coba hanya dengan melakukan sekali registrasi loh.

    | POKER | BANDAR POKER | ADUQ | DOMINOQQ | BANDARQ | CAPSA SUSUN | SAKONG |

    Cukup deposit Rp 20.000,- anda sudah bisa memainkan permainanya, coba aja kali siapa tau menang, namanya juga taruhan HOKI.

    Kalau masih ada yang ingin ditanyakan, bisa langsung ke live chat kami ya, atau silahkan add bbm kami di 2BE2B4B7.

    Ditunggu kedatangannya ya :)

    ReplyDelete