Kenikmatan Yang Tak Terlupakan Saat Di Perkosa




Cerita Dewasa - Tak terasa ternyata mentari pagi memunculkan cahayanya, sambil mengucek mata aku pun msaih malas malasan diranjang dan ingin kembali tidur tapi aku ingat hari ini harus pergi kebandara untuk berangkat supaya tidak ketinggalan pesawat, hari ini aku ditugaskan untuk ke luar kota oleh bank swasta dan mengikuti beberapa progan yang dikasihkan oleh cabang kantorku. Agen BandarQ



Namaku Maya tapi teman - teman biasa memanggilku Maya . Aku dilahirkan dari keluarga yang serba berkecukupan dan aku hanya mempunyai satu saudara kandung laki - laki, praktis semua permintaan dan kebutuhanku selalu dipenuhi oleh kedua orang tuaku.

Aku benar benar sangat di manja oleh mereka. Ayahku berasal dari negeri Belanda, sedangkan ibuku berasal dari Menado, aku bersyukur karena seperti gadis peranakan pada umumnya, aku pun tumbuh menjadi gadis yang berwajah cukup cantik.

kisah nyata kiriman pembaca Cerita Sex Dewasa Saat ini usiaku 25 tahun, wajahku cantik dan kulitku putih mulus, rambutku lurus dan panjang sampai di bawah bahu, tubuhku pun termasuk tinggi dan langsing dipadu dengan ukuran buah dada yang termasuk besar untuk ukuran gadis seusiaku, ditambah lagi, aku sangat rajin merawat tubuhku sendiri supaya penampilanku dapat terus terjaga.

“Wah . . Aku belum sempat potong rambut nih . . ” gumamku sambil terus mematut diri di depan cermin sambil mengenakan pakaianku. Hari ini aku memakai setelan rok coklat tua dan kemeja putih berkerah, lalu aku padukan dengan blazer coklat muda. Aku merasa tampil makin cantik dengan pakaian kesayanganku ini, membuat aku tambah percaya diri.

Singkat cerita, aku telah sampai di kota tempatku akan bekerja. Aku langsung menuju kantor cabangku karena aku harus segera melapor dan menyelesaikan pekerjaan.

Sesampai di depan kantor suasananya terlihat sangat sepi, di lobby kantor hanya terlihat dua orang satpam yang sedang bertugas, mereka mengatakan bahwa seluruh karyawan sedang ada pelatihan di gedung sebelah. Dan mereka juga berkata bahwa aku sudah ditunggu oleh Pak Rudy di ruangannya di lantai dua, Pak Rudy adalah pimpinan kantor cabang di kota ini.

“Selamat siang . . ! Kamu Maya kan . . ?” sambut Pak Rudy ramah sambil mempersilakan aku duduk.

“Iya Pak . . Tapi saya biasa di panggil Maya . . ” jawabku sopan.

Pak Rudy kemudian mengajukan beberapa pertanyaan kepadaku, sambil sesekali menanyakan keadaan para pegawai di kantor pusat. Cukup lama juga aku berbicara dengan Pak Rudy , hampir lima belas menit, padahal sebenarnya, aku harus ke gedung sebelah untuk mengikuti diklat, tapi Pak Rudy terus saja menahanku dengan mengajakku berbicara.

Sebenarnya aku sedikit risih dengan cara Pak Rudy memandangku, mulutnya memang mengajukan pertanyaan kepadaku, tapi matanya terus memandangi tubuhku, tatapannya seperti hendak menelanjangiku.

Dia memperhatikanku mulai dari ujung kaki sampai ujung kepala, sesekali pandangannya tertumpu di sekitar paha dan buah dadaku. Aku agak menyesal karena hari ini aku mengenakan rok yang agak pendek, sehingga pahaku yang putih jadi sulit untuk kusembunyikan.

Dasar mata keranjang, sungutku dalam hati. Baru tak berapa lama kemudian pembicaraan kami pun selesai dan Pak Rudy beranjak ke arah pintu mempersilakanku untuk mengikuti diklat di gedung sebelah.

“Terima kasih Pak . . Saya permisi dulu . . ” jawabku sambil beranjak ke arah pintu.

Perasaanku langsung lega karena dari tadi aku sudah sangat risih dengan pandangan mata Pak Rudy yang seperti hendak menelanku bulat bulat. Pak Rudy membukakan pintu untukku, aku pun berterima kasih sambil berjalan melewati pintu tersebut.

Tapi aku kaget bukan kepalang saat tiba tiba rambutku dijambak dan ditarik oleh Pak Rudy , sehingga aku kembali tertarik masuk ke ruangan itu, lalu Pak Rudy mendorongku dengan keras sehingga aku jatuh terjerembab di atas sofa tempat tadi aku duduk dan berbicara dengan Pak Rudy .

“Apa yang Bapak lakukan . . ?? Mau apa Bapak . . ?” jeritku setengah bergetar sambil memegangi kepalaku yang sakit akibat rambutku dijambak seperti itu.

Pak Rudy tidak menjawab, dia malah mendekatiku setelah sebelumnya menutup pintu ruangannya. Sedetik kemudian dia telah menyergap, mendekap dan menggumuliku, nafasnya mendengus menghembus di sekitar wajahku saat Pak Rudy berusaha menciumi bibirku

“Jangan . . Jangann . . ! Lepasskan . . Ssaya . . !” jeritku sambil memalingkan wajahku menghindari terkaman mulutnya.

“Diam . . !!” bentaknya mengancam sambil mempererat pelukannya pada tubuhku.

Baca Juga:

Aku terus meronta sambil memukulkan kedua tanganku ke atas pundaknya, berusaha melepaskan diri dari dekapannya, tapi Pak Rudy terus menghimpitku dengan erat, nafasku sampai tersengal sengal karena terdesak oleh tubuhnya.

Bahkan sekarang Pak Rudy telah mengangkat tubuhku, dia menggendongku sambil tetap mendekap pinggangku, lalu dia menjatuhkan dirinya dan tubuhku di atas sofa dengan posisi aku ada di bagian bawah, sehingga kini tubuhku tertindih oleh tubuhnya.

Aku terus menjerit dan meronta, berusaha keluar dari dekapannya, lalu pada satu kesempatan aku berhasil menendang perutnya dengan lututku hingga membuat tubuhnya terjajar ke belakang. Dia terhenyak sambil memegangi perutnya, kupergunakan kesempatan itu untuk berlari ke arah pintu.

Aku hampir sampai di pintu keluar saat tubuhku kembali tertarik ke belakang, rupanya Pak Rudy berhasil menggapai blazerku dan menariknya hingga terlepas dari tubuhku, sesaat kemudian aku sudah berada di dalam dekapannya kembali.

“Bajingann . . ! Lepaskan saya . . !” jeritku sambil memakinya.

Tenagaku sudah mulai habis dan suaraku pun sudah mulai parau, Pak Rudy masih terus memelukku dari belakang sambil mulutnya berusaha menciumi leher dan tengkukku, sementara tangannya menelikung kedua tanganku, membuat tanganku terhimpit dan tidak dapat bergerak.

“Jangann . . ! Biadab . . Lepaskan sayaa . . !” aku kembali menjerit parau.

Air mataku sudah meleleh membasahi pipiku, saat tangan Pak Rudy membetot keras kemeja putihku, membuat seluruh kancingnya terlepas dan berjatuhan di atas lantai.

Sekarang tubuh bagian atasku menjadi setengah terbuka, mata Pak Rudy semakin melotot melihat buah dadaku yang masih terlindung di balik bra hitamku, setelah itu, dia menarik kemeja yang masih menempel di bahuku, dan terus menariknya sampai menuruni lenganku, sampai akhirnya Pak Rudy menggerakkan tangannya, melemparkan kemeja putihku yang telah terlepas dari tubuhku.

“Lepasskann . . !!” jeritku saat satu tangannya mulai bergerak meremasi sebelah payudaraku.

Tubuhku mengelinjang hebat menahan ngilu di buah dadaku, tapi dia tidak berhenti, tangannya malah semakin keras meremas buah dadaku.

Seluruh tubuhku bergetar keras saat Pak Rudy menyusupkan tangannya ke balik bra hitamku dan mulai kembali meremas payudaraku dengan kasar, sambil sesekali menjepit dan mempermainkan puting buah dadaku dengan jarinya, sementara mulutnya terus menjilati leherku dengan buas.

Pak Rudy sudah akan menarik lepas bra yang kukenakan, saat pada saat yang bersamaan pintu depan ruangannya terbuka, dan muncul seorang laki laki dengan wajah yang tampak kaget.

“Ada apa nih Pak Rudy . . ?” serunya, sambil memandangi tubuhku.

“Lepaskan saya . . Pak . . ! Tolong saya . . ! Pak Rudy akan memperkosa saya . . !” jeritku memohon pertolongan dari orang itu.

Perasaanku sedikit lega saat laki - laki itu muncul, aku berharap dia akan menolongku. Tapi perkiraanku ternyata salah . .

“Wah Pak . . Ada barang baru lagi nih. Cantik juga . . !” seru laki - laki itu sambil berjalan mendekati kami, aku langsung lemas mendengar kata - katanya, ternyata laki laki ini sama bejatnya dengan Pak Rudy .

“Ada pesta kecil . . ! Cepat Han.!! Lu pegangi dia . . ! Cewek ini binal banget” jawab Pak Rudy sambil tetap mendekap tubuhku yang masih terus berusaha meronta.

Sedetik kemudian laki - laki itu sudah berada di depanku, tangannya langsung menggapai dan merengkuh pinggangku merapatkan tubuhnya dengan tubuhku, aku benar - benar tidak dapat bergerak, terhimpit oleh laki - laki itu dan Pak Rudy yang berada di belakangku, lalu tangannya bergerak ke arah bra - ku, dan dengan sekali sentak, dia berhasil merenggut bra itu dari tubuhku.

“Tidak . . Tidak . . ! Jangan lakukan . . !!” jeritku panik.

Tangisku meledak, aku begitu ketakutan dan putus asa hingga seluruh bulu kudukku merinding, dan aku semakin gemetar ketakutan saat laki - laki yang ternyata bernama Robbet itu melangkah ke belakang, sedikit menjauhiku, dia diam sambil memandangi buah dadaku yang telah terbuka, pandangannya seperti hendak melahap habis payudaraku.

“Sempurna . . ! Besar dan padat . . ” gumamnya sambil terus memandangi kedua buah dadaku yang menggantung bebas.

Setelah itu dia kembali beranjak mendekatiku, mendongakkan kepalaku dan melumat bibirku, sementara tangannya langsung mencengkeram buah dadaku dan meremasnya dengan kasar. Suara tangisanku langsung terhenti saat mulutnya menciumi bibirku, kurasakan lidahnya menjulur di dalam mulutku, berusaha menggapai lidahku.

Aku tercekat saat tangannya bergerak ke arah selangkanganku, menyusup ke balik rokku, aku langsung tersentak kaget saat tangannya merengkuh MissV ku. Kukumpulkan sisa - sisa tenagaku lalu dengan sekuat tenaga kudorong tubuh Pak Robbet . BandarQ Online

“Tidak.! Tidak . . ! Lepaskan saya . . Bajingan kalian . . !” aku menjerit sambil menendang - nendangkan kakiku berusaha menjauhkan laki - laki itu dari tubuhku.

“Ouh . . Ssakit . . !!” keluhku saat Pak Rudy yang berada di belakangku kembali mendekapku dengan lebih erat. Kutengadahkan kepalaku, kutatap wajah Pak Rudy , aku memohon supaya dia melepaskanku.

“Tolonngg . . Hentikann Pak . . !! Saya . . Mohon . . Lepaskan saya . . ” ucapku mengharap belas kasihannya.

Keadaanku saat itu sudah benar - benar berantakan, tubuh bagian atasku sudah benar - benar telanjang, membuat kedua payudaraku terlihat menggantung dan tidak lagi tertutup oleh apapun. Aku sangat takut, mereka akan lebih bernafsu lagi melihat keadaan tubuhku yang sudah setengah telanjang ini, apalagi saat ini tubuhku sedang ditelikung oleh Pak Rudy dari belakang hingga posisi itu membuat dadaku jadi terdorong ke depan dan otomatis buah dadaku pun ikut membusung.

Beberapa saat kemudian Pak Rudy tiba tiba mengendorkan dekapannya pada tubuhku dan akhirnya dia melepaskanku. Aku hampir tidak percaya bahwa Pak Rudy mau melepaskanku, padahal saat itu aku sudah sangat putus asa, aku sadar aku hampir tidak mungkin lolos dari desakan kedua laki - laki tersebut.

Baca Juga:

Tidak mau menyia - nyiakan kesempatan itu, aku langsung berlari secepatnya ke arah pintu, tapi lagi - lagi aku kalah cepat, Pak Robbet sudah menghadang di depanku dan langsung menghunjamkan pukulannya ke arah perutku.

“Arghh . . !! Sshh . . Ouhh . . ” aku mengeluh kesakitan.

Kupegangi perutku, seketika itu juga, aku langsung jatuh terduduk, nafasku tersengal - sengal menahan sakit yang tak terkira. Belum hilang rasa sakitku, mereka berdua langsung menyerbu ke arahku.

“Pegangi tangannya Han . . !!” seru Pak Rudy sambil mendorong tubuhku sehingga aku jatuh terjengkang di atas lantai.

Seketika itu juga Pak Robbet sudah berada di atas kepalaku dan mencengkeram kedua tanganku, sementara Pak Rudy berada di bawah tubuhku, mendekap kedua kakiku yang berusaha menendangnya.

Dia sudah seperti kemasukan setan, melepasi sepatu hak tinggiku, merobek stockingku dan mencabik cabik rok yang kukenakan dan akhirnya dia merenggut dengan paksa celana dalamku, melolosinya dari kedua kakiku dan melemparkannya ke lantai.

“Lepasskann . . ! Lepasskan . . ! Tolongg . . Jangan perkosa sayaa . . !” jeritanku makin keras di sela - sela keputusasaan.

Aku sudah tidak sanggup lagi menahan mereka yang sepertinya semakin bernafsu untuk memperkosaku, air mataku makin deras mengalir membasahi kedua pipiku, kupejamkan mataku, bulu kudukku langsung bergidik, aku tidak sanggup membayangkan kalau hari ini aku akan diperkosa oleh mereka.

“Jangann . . Ahh . . Tolongg . . !” aku menjerit histeris saat Pak Rudy melepaskan pegangannya pada kedua kakiku.

Dia berdiri sambil melepaskan pakaiannya sendiri dengan sangat terburu - buru. Aku sadar, laki - laki ini sebentar lagi akan menggagahiku. Seketika itu juga kurapatkan kedua kakiku dan kutarik ke atas hingga menutupi sebagian dadaku, sementara kedua tanganku masih tetap di dekap erat oleh Pak Robbet .

Tiba tiba Pak Rudy berjongkok, dia langsung menarik kedua kakiku, merenggangkannya dan kemudian memposisikan tubuhnya di antara kedua pangkal pahaku.

“Jangann . . !!” keluhku lemah dan putus asa, sambil bertahan untuk tetap merapatkan kedua kakiku, tapi tenaga Pak Rudy jauh lebih kuat di bandingkan dengan tenagaku.

Aku terhenyak saat Pak Rudy mulai menindihku, membuatku jadi sesak dan sulit untuk bernafas, buah dadaku tertekan oleh dadanya, sementara perutnya menempel di atas perutku.

“Arghh . . !! Jangann . . ! Sakiitt . . !!” rintihku sambil berusaha menggeser pinggulku ke kiri dan ke kanan, saat kurasakan kemaluannya bergesekan dengan bibir kemaluanku.

“Sakiitt . . !” aku kembali mengerang saat kepala Rudal nya mulai masuk ke dalam liang MissV ku.

Bersamaan dengan itu, tangan Pak Rudy bergerak, menjambak rambutku dan menariknya sehingga kepalaku terdongak, kemudian Pak Rudy dengan kasar melumat bibirku sambil terus menekankan tubuhnya ke arah selangkanganku. Kurasakan kesakitan yang luar biasa di dalam liang MissV ku saat batang Rudal nya terus melesak masuk menghunjam ke dalam lubang kemaluanku.

“Ahh . . ! Jangann . . ! Sakiitt . . !” aku kembali menjerit dengan keras saat batang Rudal nya menembus dan merobek selaput daraku.

Tubuhku melenting ke atas menahan sakit yang amat sangat. Kuangkat kakiku dan kutendang - tendangkan, aku berusaha menutup kedua kakiku, tapi tetap saja batang Rudal itu terbenam di dalam MissV ku.

Aku sungguh tersiksa dengan kesakitan yang mendera MissV ku. Kuhempaskan wajahku ke kiri dan ke kanan, membuat sebagian wajahku tertutup oleh rambutku sendiri, mataku membeliak dan seluruh tubuhku mengejang hebat.

Kukatupkan mulutku, gigiku bergemeretak menahan sakit dan ngilu, nafasku seperti tercekat di tenggorokan dan tanpa sadar kucengkeram keras tangan Pak Robbet yang sedang memegang kedua tanganku.

Aku masih terus merintih dan menangis, aku terus berusaha menendang - nendangkan kedua kakiku saat Pak Rudy menarik batang Rudal nya sampai tinggal kepala Rudal nya saja yang berada di dalam liang MissV ku, lalu menghunjamkannya kembali ke dalam liang rahimku.

Pak Rudy sudah benar - benar kesetanan, dia tidak peduli melihatku yang begitu kesakitan, dia terus bergerak dengan keras di dalam tubuhku, memompaku dengan kasar hingga membuat tubuhku ikut terguncang turun naik mengikuti gerakan tubuhnya.

“Ahh . . Sshh . . Lepaskann . . !” jeritanku melemah saat kurasakan gerakannya makin cepat dan kasar di dalam liang kemaluanku, membuat tubuhku makin terguncang dengan keras, buah dadaku pun ikut mengeletar.

Kemudian Pak Rudy mendaratkan mulutnya di buah dadaku, menciumi dan mengulum puting payudaraku, sesekali dia menggigit puting buah dadaku dengan giginya, membuat aku kembali terpekik dan melenguh kesakitan.

Kemudian mulutnya bergerak menjilati belahan dadaku dan kembali melumat bibirku, aku hanya bisa diam dan pasrah saat lidahnya masuk dan menari - nari di dalam mulutku, sepertinya dia sangat puas karena telah berhasil menggagahi dan merenggut keperawananku.

Perlahan - lahan dia menghentikan gerakannya memompa tubuhku, melesakkan kemaluannya di dalam liang MissV ku dan menahannya di sana sambil tetap memelukku dengan erat. Setelah itu dia menurunkan mulutnya ke sekitar leher dan pundakku, menjilatinya dan kemudian menyedot leherku dengan keras, membuat aku melenguh kesakitan.

Cukup lama Pak Rudy menahan Rudal nya di dalam liang kemaluanku, dan aku dapat merasakan kemaluannya berdenyut dengan keras, denyutannya menggetarkan seluruh dinding liang MissV ku, lalu dia kembali bergerak memompa diriku, memperkosaku pelan pelan, lalu cepat dan kasar, begitu berulang ulang.

Sepertinya Pak Rudy sangat menikmati pemerkosaannya terhadap diriku.

Aku meringis sambil tetap memejamkan kedua mataku, setiap gerakan dan hunjaman Rudal nya terasa sangat menyiksa dan menyakiti seluruh tubuhku, sampai akhirnya kurasakan mulutnya makin keras menyedot leherku dan mulai menggigitnya, aku menjerit kesakitan, tapi tangannya malah menjambak dan meremas rambutku.

Tubuhnya makin rapat menyatu dengan tubuhku, dadanya makin keras menghimpit buah dadaku, membuatku makin sulit bernafas, lalu dia mengatupkan kedua kakiku dan menahannya dengan kakinya sambil terus memompa tubuhku, kemaluannya bergerak makin cepat di dalam MissV ku, kemudian dia merengkuh tubuhku dengan kuat sampai benar - benar menyatu dengan tubuhnya.

Aku sadar Pak Rudy akan berejakulasi di dalam tubuhku, mendadak aku jadi begitu panik dan ketakutan, aku tidak mau hamil karena pemerkosaan ini, pikiranku jadi begitu kalut saat kurasakan batang kemaluannya makin berdenyut - denyut tak terkendali di dalam liang rahimku.

“Jangann . . ! Jangan . . Di dalam . . ! Lepasskan . . !!” jeritku histeris saat Pak Rudy menghentakkan Rudal nya beberapa kali sebelum akhirnya dia membenamkanya di dalam liang kemaluanku.

Seluruh tubuhnya menegang dan dia mendengus keras, bersamaan dengan itu aku meraskan cairan hangat menyemprot dan membasahi liang rahimku, Pak Rudy telah orgasme, menyemburkan sperma demi sperma ke dalam MissV ku, membuat dinding MissV ku yang lecet makin terasa perih.

Aku meraung keras, tangisanku kembali meledak, kutahan nafasku dan kukejangkan seluruh otot - otot perutku, berusaha mendorong cairan spermanya agar keluar dari liang MissV ku, sampai akhirnya aku menyerah. Bersamaan dengan itu tubuh Pak Rudy jatuh terbaring lemas di atas tubuhku setelah seluruh cairan spermanya mengisi dan membanjiri liang rahimku.

Mataku menatap kosong dan hampa, menerawang langit - langit ruangan tersebut. Air mataku masih mengalir, pikiranku kacau, aku tidak tahu lagi apa yang harus kuperbuat setelah kejadian ini, kesucianku telah terenggut, kedua bajingan ini telah merenggut kegadisan dan masa depanku, tapi yang lebih menakutkanku, bagaimana jika nanti aku hamil . . ! Aku kembali terisak meratapi penderitaanku.

Tapi rupanya penderitaanku belum berakhir. Pak Rudy bergerak bangun, melepaskan himpitannya dari tubuhku, aku kembali merintih, menahan perih saat batang kemaluannya tertarik keluar dari liang kemaluanku.

Kuangkat kepalaku, kulihat ada bercak darah bercampur dengan cairan putih di sekitar pangkal pahaku. Aku menangis, pandanganku nanar, kutatap Pak Rudy yang sedang berjalan menjauhiku dengan pandangan penuh dendam dan amarah.

Seluruh tubuhku terasa sangat lemah, kucoba untuk bangun, tapi Pak Robbet sudah berada di sampingku, dia menggerakan tangannya, menggulingkan tubuhku dan mulai menggumuli tubuhku yang menelungkup, aku diam tak bergerak saat Pak Robbet menciumi seluruh punggungku, sesaat kemudian dia bergerak ke arah belakang tubuhku, merengkuh pinggangku dan menariknya ke belakang.

Aku terhenyak, tubuhku terseret ke belakang, lalu Pak Robbet mengangkat pinggulku ke atas, membuat posisiku jadi setengah merangkak, kutopang tubuhku dengan kedua tangan dan lututku, kepalaku menunduk lemas, rambut panjangku tergerai menutupi seluruh wajahku, kepanikan kembali melandaku saat kurasakan batang Rudal nya menempel dan bergesekan dengan bibir MissV ku.

“Maya . . ! Kamu memang benar - benar cantik dan seksi . . ” gumam Pak Robbet sambil tangannya meremasi pantatku, sementara batang Rudal nya terus menggesek - gesek di bibir MissV ku.

“Ahh.! Sakiitt . . ! Sudahh . . Sudah . . ! Hentikann . . !! jeritku menahan sakit saat kemaluannya mulai melesak masuk ke dalam liang MissV ku.

Kuangkat punggung dan kedua lututku, menghindari hunjaman batang Rudal nya, tapi Pak Robbet terus menahan tubuhku, memaksaku untuk tetap membungkuk. Seluruh otot di punggungku menegang, tanganku mengepal keras, aku benar - benar tak kuasa menahan perih saat Rudal nya terus melesak masuk, menggesek dinding MissV ku yang masih luka dan lecet akibat pemerkosaan pertama tadi, kugigit bibirku sendiri saat Pak Robbet mulai bergerak memompa tubuhku.

“Lepasskan . . ! Sudah . . ! Hentikaann . . !!” jeritku putus asa.

Nafasku kembali tersengal sengal, tapi Pak Robbet terus memompaku dengan kasar sambil tangannya meremasi pantatku, sesekali tangannya merengkuh pinggulku, menahan tubuhku yang berusaha merangkak menjauhi tubuhnya, seluruh tubuhku kembali terguncang, terombang ambing oleh gerakannya yang sedang memompaku.

Tiba tiba kurasakan wajahku terangkat, kubuka mataku dan kulihat Pak Rudy berjongkok di depanku, meraih daguku dan mengangkatnya, Pak Rudy tersenyum menatapku dengan wajah penuh kemenangan, menatap buah dadaku yang menggantung dan menggeletar, meremasnya dengan kasar, lalu Pak Rudy mendekatkan wajahnya, menyibakkan rambutku yang tergerai, sesaat kemudian, mulutnya kembali melumat bibirku, mataku terpejam, air mataku kembali meleleh saat mulutnya dengan rakus menciumi bibirku.

“Ahh . . !!” aku terpekik pelan saat Pak Robbet menyentakkan tubuhnya dan menekanku dengan kuat.

Batang Rudal nya terasa berdenyut keras di dalam lubang kemaluanku, lalu kurasakan cairan hangat kembali menyembur di dalam liang rahimku, aku menyerah, aku sudah tidak punya kekuatan lagi untuk melawan, kubiarkan saja Pak Robbet menyemburkan dan mengisi liang kemaluanku dengan cairan spermanya.

“Periihh . . !!” rintihku pelan.

Pak Robbet masih sempat menghunjamkan kemaluannya beberapa kali lagi ke dalam liang MissV ku, menghabiskan sisa sisa ejakulasinya di dalam liang rahimku sebelum akhirnya dia menariknya keluar melewati bibir MissV ku yang semakin terasa perih.

Sedetik kemudian satu kepalan tangan mendarat di wajahku. Aku terlempar ke samping, pandanganku berkunang kunang, lalu gelap. Aku jatuh pingsan. Saat siuman aku temukan foto - foto telanjangku berserakan di samping tubuhku dengan sebuah pesan . .

“Pastikan . . ! Hanya Kita Bertiga yang Tahu . . !!”

Hari itu juga aku kembali pulang ke Jakarta dengan membawa penderitaan yang amat berat, sesuatu yang paling berharga telah hilang dari diriku dirampas oleh kebiadaban mereka. Situs BandarQ

Baca Juga:

4 comments:

  1. AYO SEGERA BERGABUNG WWW.PELANGIGOAL.COM AGEN BANDAR JUDI ONLINE TERPERCAYA DAN TERBESAR DI ASIA :)
    HANYA DENGAN 1 USER ID ANDA SUDAH BISA BERMAIN SEMUA GAME YANG ADA DISINI

    +++SPORTBOOKS
    +++CASINO LIVE
    +++GAME SLOT
    +++TOGEL ONLINE
    +++TANGKAS
    +++DOMINOQQ
    +++BANDARQ
    +++BANDAR POKER
    +++POKER
    +++CAPSA SUSUN
    +++ADU Q

    AYO SEGERA BERGABUNG DENGAN SITUS JUDI ONLINE TERPERCAYA WWW.PELANGIGOAL.COM

    BERIKUT HOT PROMO YANG BERLAKU SAAT INI :
    ***** BONUS CASHBACK , TERBESAR SE INDONESIA *****
    ***** BONUS REFERRAL TERBESAR UNTUK SEUMUR HIDUP *****
    ***** BONUS ROLLINGAN TERBESAR SE INDONESIA *****
    HANYA DI WWW.PELANGIGOAL.COM IMPIAN ANDA BISA TERWUJUDKAN :)

    KELEBIHAN WWW.KAPALJUDI.INFO ADALAH :
    ***** DEPOSIT & WITHDRAW MINIMAL RP.50.000,- *****
    ***** DEPOSIT & WITHDRAW TERCEPAT KURANG DARI 2 MENIT *****
    ***** MINIMAL BETTING PARLAY HANYA RP.10.000, *****
    ***** 100% NO ADMIN & NO BOT *****
    ***** 100% PLAYER VS PLAYER *****
    ***** 100% FAIR PLAY *****


    AYO TUNGGU APA LAGI , AYO SEGERA BERGABUNG DAN DAFTARKAN DIRI ANDA BERSAMA KAMI DI PELANGIGOAL.COM,
    AINFO YANG LEBIH JELAS BISA HUBUNGI DI BAWAH INI :

    * LIVE CHAT 24 JAM *
    * BBM : D621F946 *
    * WHATSAPP : +855963551436 *
    * LINE : BOLAPELANGI *

    http://forumdiskusi18plus.blogspot.com/2017/06/michael-essien-memenangkan-gugatan.html


    http://forumdiskusi18plus.blogspot.com/2017/06/aliran-dana-pilkada-jayapura-dan-pilgub.html

    ReplyDelete
  2. MandiriQQ situs judi online terpercaya. Kunjungi live chat kami di www.mandirimenang.com

    ReplyDelete
  3. Artikel nya bagus gan, Mampir juga ya

    Cerita Seks Online untuk 17 tahun ke atas

    ReplyDelete
  4. Mau main POKER ONLINE? Belum tau mau main dimana?
    Coba mampir ke situs kami yuk, di dadudomino .com
    Kami menyediakan tempat untuk anda menyalurkan hobi anda dan mempertaruhkan hoki anda.

    Merasa HOKInya bagus terus? Coba yaa, jangan lupa mampir dan DAFTAR!
    Kami memiliki 7 buah permainan yang bisa anda coba hanya dengan melakukan sekali registrasi loh.

    | POKER | BANDAR POKER | ADUQ | DOMINOQQ | BANDARQ | CAPSA SUSUN | SAKONG |

    Cukup deposit Rp 20.000,- anda sudah bisa memainkan permainanya, coba aja kali siapa tau menang, namanya juga taruhan HOKI.

    Kalau masih ada yang ingin ditanyakan, bisa langsung ke live chat kami ya, atau silahkan add bbm kami di 2BE2B4B7.

    Ditunggu kedatangannya ya :)

    ReplyDelete